DEWAN GODOK RANPERDA PENYERTAAN MODAL DAERAH KE PDAM

DEWAN GODOK RANPERDA PENYERTAAN MODAL DAERAH KE PDAM

KOTA JAMBI – perusahaan daerah air minum (PDAM) tirta mayang kota jambi, akan mendapatkan bantuan berupa penyertaan modal sebesar Rp 195 miliar. Rencana ini masih digodok di dprd kota jambi untuk dijadikan perda. Karena pemkot telah membuat ranperda tentang penyertaan daerah kepada PDAM. Dalam ranperda tersebut disebutkan bahwa besaran penyertaan modal daerah kepada PDAM kota jambi ditetapkan sebesar Rp 195.039.796.575.

Junedi singarimbun, anggota komisi II dprd kota jambi mengatakan, ranperda penyertaan modal daerah kepada PDAM dilakukan untuk meningkatkan kinerja PDAM.

“jangka panjang PDAM kan pada 2018 nanti program untuk sambungan pelanggan mencapai 80 persen. Nah, untuk mencapai target tersebut, dibuatkanlah perdanya,”ujarnya.

Menurut ketua fraksi PDI Perjuangan tersebut bahwa nantinya, dana RP 195 miliar yang ranperdanya sedang digodok tersebut tersebut tidak akan diberikan dalam bentuk dana segar atau uang. “nantinya akan diberikan dalam bentuk barang atau program sambungan diberikan sekian miliar,”ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dana tersebut juga tidak akan diberikan secara keseluruhan sekaligus.

“ini juga akan diberikan secara beransur-ansur sesuai dengan kebutuhan dan program yang dijalankan saat itu. Kalau langsung seluruhnya diberikan juga tidak mungkin. Dana APBD kita tidak mencakupi. Dana itu juga nantinya bisa diberikan jika APBD mengalami surplus. Nantinya PDAM juga akan mendapatkan dana bantuan dari APBN untuk peningkatan kinerja mereka,”bebernya.

Wakil walikota jambi, Abdullah sani menyampaikan dalam paripurna beberapa waktu lalu, untuk besaran penyertaan modal daerah kepada PDAM kota jambi tersebut akan digunakan untuk tiga hal yaitu pertama untuk penyelesaian hutang PDAM kepada Negara sebesar Rp 39.039.796.575, kedua untuk pengembangan dan biaya operasional PDAM sebesar Rp 154.000.000.000 dan terakhir untuk program hibah air minum sebesar Rp 2.000.000.000. “penyertaan modal daerah dalam bentuk barang atau uang,: ujarnya.

Abdullah sani menjelaskan, penyertaan modal kepada PDAM dinilai perlu dilakukan karena bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan PDAM. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang air bersih, meningkatkan kontiniutas, kualitas dan kuantitas, meningkatkan kinerja PDAM dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam ranperda juga disampaikan bahwa dalam mewujudkan harapan tersebut maka BUMD harus didesain untuk mampu bersaing secara fair dan adil dengan entitas bisnis swasta guna memperoleh laba dan memberikan kontribusi pendapatan daerah berupa deviden sebagai bagian laba yang harus disetorkan kepada pemerintah daerah guna memperkuat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setiap tahunnya.